iden

Kaitkan Istri dan Korupsi, Menteri Agama Dikecam

140916121524_menag_640x360_bbc_nocreditPernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar para istri tak materialistis supaya suami tidak korupsi, mengundang kecaman, termasuk ada yang menyebut menteri berkomentar Seksis.

Lukman Hakim mengungkapkan permintaannya agar para istri tak menuntut materi yang membuat suami berusaha memenuhinya.

Komentar-komentar melalui media sosial menuntut agar Lukman tidak menyalahkan perempuan saja karena banyak faktor di balik korupsi.

“Yaelah..si bapak yang korupsi kok istri yang dikambing hitamkan,” tulis Yulia Wijaya melalui Facebook sementara Kiauw Yin mengatakan, “Bu mentri tuh suruh istri-istri anggota DPR/DPRD dan istri-istri pejabat kasih contoh…jangan foya-foya pakai barang bermerek.”

Dalam pernyataannya akhir pekan lalu, Lukman mengatakan, “Pesan saya untuk tidak menuntut berlebihan hal yang terkait material di luar kewajaran, itu sudah kontribusi luar biasa oleh wanita.”

Seorang penulis drama dan aktivis perempuan Faiza Mardzoeki menyebut pernyataan Lukman Seksis.

160425113450_corruption_protest_640x360_bbc_nocredit

“Pernyataan itu Seksis dan keliru total, urusan korupsi tak ada hubungannya dengan perempuan yang mau beli a, b, c. Materialistik bukan hanya kepentingan perempuan saja” kata Faiza kepada BBC Indonesia.

“Kenapa yang dibicarakan di depan adalah tuduhan terhadap para istri untuk tidak materialistis. Sumber korupsi adalah sistem yang memungkinkan orang-orang itu korupsi.”

“Tak adil kalau dibilang perempuan jangan materialistis. Kenapa gak bilang, suami jangan melakukan korupsi karena itu kejahatan dan melanggar aturan, tak usah bawa perempuan materialistis atau tidak,” tegas Faiza.

Namun sejumlah komentar lain memuji Lukman Hakim termasuk Syukri Ady Tonra yang menulis melalui Facebook, “Ini hanya salah satu indikator dari berbagai karakteristik manusia. Ada benarnya juga, meskipun tidak semua wanita.”

Sedangkan Theresia Suyasning yang mengatakan, “Saya sangat respect¬†sekali kepada bapak. Sangat menghargai perbedaan. Maju terus Pak.”

Sumber: http://www.bbc.com.